Komplikasi Persalinan Lama

•Mei 18, 2009 • 1 Komentar

Komplikasi persalinan lama yaitu : (1) kematian; (2) asfiksia; dan (3) trauma, tanpa memandang umur kehamilannya.
Kematian janin, adalah kematian hasil konsepsi sebelum dikeluarkan dengan sempurna dari ibunya, tanpa memandang umur kehamilannya. Sedangkan kematian perinatal dini adalah kematian bayi dalam tujuh (7) hari pertama kehidupannya.
Asfiksia bayi baru lahir atau asfiksia neonatorum adalah keadaan dimana bayi baru lahir tidak dapat bernafas spontan dan teratur segera setelah lahir sebagai akibat langsung persalinan yang lama. Keadaan ini disertai dengan hipoksia dan dapat berakhir dengan asidosis respiratorik. Hipoksia yang terjadi pada bayi yang mengalami asfiksia merupakan faktor terpenting yang dapat menghambat adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan ekstra uterin (Wiknjosastro, 1999).
Hipoksia janin yang menyebabkan asfiksia neonatorum terjadi karena gangguan pertukaran gas serta transpor O2 dari ibu ke janin sehingga terdapat gangguan dalam persediaan O2 dan pengeluaran CO2. Gangguan ini dapat berlangsung akibat kelainan pada ibu selama kehamilan atau secara mendadak karena hal-hal yang diderita ibu dalam persalinan (Wiknjosastro, 1999).
Faktor-faktor dalam persalinan bersifat lebih mendadak dan hampir selalu mengakibatkan anoksia atau hipoksia janin dan berakhir dengan asfiksia bayi. Keadaan ini perlu dikenal, agar dapat dilakukan persiapan yang sempurna pada saat bayi lahir. Penilaian asfiksia dapat diketahui dengan mengevaluasi bayi menggunakan sistem nilai apgar yang ditetapkan pada menit pertama dan pada menit kelima setelah lahir. Adapun penentuan nilai apgar sebagaimana pembagian skor di bawah ini :
Tanda 0 1 2
Denyut jantung Tidak ada Lambat ( 100
Usaha nafas Tidak ada Rendah, tidak teratur Baik, menangis
Tonus otat Lemas Sedikit fleksi pada ekstremitas Gerakan aktif
Iritabilitas refleks Tidak memberi respon Menyeringai Menangis keras
Warna kulit Biru Badan merah, ekstemitas biru Semua merah

Pada umumnya semakin tinggi nilai apgar, sampai maksimum 10, semakin baik kondisi bayi. Nilai apgar menit pertama menentukan perlunya resusitasi segera. Kebanyakan bayi pada saat lahir dalam kondisi yang bagus, yang diperhatikan dengan nilai apgar 7 sampai 10, dan tidak memerlukan bantuan selain mungkin penyedotan nasofaring sederhana. Bayi depresi ringan sampai sedang dengan nilai 4 sampai 7 akan mempehatikan depresi pernapasan, lemas (flacid), dan warna pucat sampai biru. Tetapi denyut jantung dan iritabilitas refleksnya baik. Bayi depresi berat mempunyai nilai apgar 0 sampai 4 dengan denyut jantung yang sangat lambat sampai tidak terdengar dan respon refleks rendah atau tidak ada. ( Cuninngham et. al cit Furchan, 1995)
Asfiksia bayi yang dilahirkan sebagai salah satu komplikasi persalinan lama juga didapatkan angka yang tidak kecil. Wijayanto (1989) menjumpai empat (4) kasus asfiksia diantara 11 bayi yang lahir hidup pada persalinan lama. Dari empat (4) bayi yang menderita asfiksia itu, satu (1) diantaranya menderita asfiksia berat dan tiga (3) bayi yang lainnya menderita asfiksia ringan. Asfiksia pada bayi merupakan kelanjutan adanya anoksia atau hipoksia akibat kelainan proses persalinan.
Pada setiap proses persalinan selalu menimbulkan asfiksia ringan yang bersifat sementara pada bayi. Dimana proses ini diperlukan untuk merangsang khemoreseptor pusat pernafasan agar terjadi Primary Grasping yang kemudian akan berkanjut dengan pernafasan teratur. Asfiksia yang terjadi mulai satu periode apneu (Primary Apneu) disertai dengan penurunan frekuensi jantung. Selanjutnya bayi memperlihatkan usaha pernafasan (grasping) yang diikuti pernafasan teratur (Hasan et.al, 2000).
Pada Asfiksia berat, usaha pernafasan ini tidak tampak dan bayi berada pada periode apneu kedua (secondary apneu). Pada tingkat ini disamping bradikardi ditemukan pula penurunan tekanan darah. Keadaan ini disebabkan oleh trasportasi oksigen dan karbon dioksida melalui plasenta tidak adekuat. Lamanya proses persalinan sedikit banyak akan mempengaruhi keefektifan fungsi plasenta tersebut (Hasan et.al, 2000). Pada persalinan lama asfiksia yang terjadi dapat mengakibatkan kematian janin. Markum et.al. (1983) mengemukakan bahwa asfiksia merupakan penyebab utama kematian neonatal dini yang tersering di rumah sakit dan di lapangan.
Trauma atau perlukaan pada bayi baru lahir terjadi karena persalinan lama, tindakan persalinan baik yang normal maupun pada tindakan bedah kebidanan yang disebabkan oleh alat-alat yang dipergunakan. Tingkat perlukaan mulai dari yang ringan sampai pada keadaan yang berat menyebabkan cacat atau kematian. Perlukaan pada jaringan lunak bayi baru lahir, misalnya seperti kaput suksedaneum, sefalohematoma, perdarahan sub aponeurotik, trauma muskulus sternokleido-mastoideus, perdarahan sub konjungtiva, perlikaan kulit serta jaringan lemak dan eritema ptekie dan ekimosis (Mochtar, 1998).
Perlukaan yang terjadi pada susunan syaraf, antara lain : paralysis pleksus brakhialis, paralysis nervus fasialis, paralysis nervus frenikus, kerusakan medulla spinalis dan paralysis pita suara. Trauma lain yang dapat terjadi misalnya : fraktur (patah tulang), perdarahan intracranial dan perdarahan intra-abdominal (Mochtar, 1998).
Banyak persalinan lama berakibat buruk pada janin. Hal ini dapat dipahami karena janin terjebak dalam perineum ibu dalam waktu yang lama, terjadi benturan antara tengkorak janin dan tulang panggul ibu (Cuninngham et. al cit Furchan, 1995).

Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki

•Mei 16, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Mempunyai seorang anak adalah hal yang paling menakjubkan untukku. Darinya ku belajar banyak hal tentang kehidupan ini…karenanya, pola pandangku tentang kehidupan ini berubah. Karuna namanya, lengkapnya Karuna Arkan Firdaus…anak lelakiku yang sangat kusayangi. “KANA”, biasa kumemanggilnya..dia anak yang sangat aktif. Karena dia ku belajar banyak hal, terutama tentang kesabaran. Aku yang dulunya egois sekarang harus bisa menahan diri…setidaknya agar anakku tidak memcontoh sifat jelekku. KANA lah Anugerah Terindah¬† itu…Ya ALLAH, ijinkanlah aku untuk selalu bisa membimbing dan menjaga titipanMu yang sangat berharga itu. Thank’s God…

Persalinan Lama

•Mei 16, 2009 • 1 Komentar

Persalinan lama adalah persalinan yang berjalan lebih dari 24 jam pada primigravida dan atau lebih dari 18 jam bagi multigravida. Tentang istilah persalinan lama, ada juga yang menyebutnya dengan persalinan kasep dan persalinan terlantar. Bila persalinan berlangsung lama, dapat menimbulkan komplikasi-komplikasi baik terhadap ibu maupun terhadap bayi serta dapat meningkatkan angka kematian ibu dan bayi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan adalah power, passage dan passenger dengan rincian sebagai berikut: power adalah kekuatan his dan mengejan, masalah yang dapat timbul pada power yaitu inersia uteri, tetania uteri, his yang tidak terkoordinasi, kelelahan ibu dan salah pimpinan pada kala II. Faktor passage atau jalan lahir, masalah yang dapat timbul yaitu kelainan bentuk panggul, kesempitan panggul, ketidakseimbangan sefalopelvik dan kelainan jalan lahir lunak. Faktor passenger atau factor janin, misalnya kelainan bentuk dan besar janin, kelainan letak kepala dan kelainan letak janin.

  Penyebab persalinan lama adalah kelainan letak janin, kelainan panggul, kelainan kekuatan his dan mengejan, terjadi ketidakseimbangan sefalopelviks, pimpinan persalinan yang salah, dan primi tua. Kelainan factor tenaga yang berupa inersia uteri merupakan penyebab terbesar terjadinya persalinan lama.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.